Thursday, July 30, 2009

Manusia Kedekut

Tadi, saya makan kat NZ Wangsa Maju bersama anak2, dengan muka berseri2 (post sebelum ni punya pasal, tersangat happy terjumpa kawan lama...). Tengah makan, saya nampak lelaki kurus, muka penuh kurap (putih2 tu fungus lah)...botak, selekeh...minta sesuatu pada lelaki Melayu berperut boroi yg mendukung bayi tengah makan bersama2 isterinya yg cantik gebu...lelaki boroi tu buat tak tahu, dismiss orang yang meminta sesuatu padanya itu...hati saya membuak2...dah berkali2 saya nampak benda macam ni...manusia kedekut nak mampus dan tak sedar diri...saya tak lah bagus sangat, atau kaya, tapi badan saya menunjukkan saya lebih dari cukup makan...saya bangun, terus memanggil2 lelaki kurus kering yang nampak hampa dan sedih dan mahu beredar...

"abang mau apa?"


"saya mau makan..."

"mari duduk saya belanja makan". (takkan lah kita yang tak kaya tapi boleh makan 20 ringgit sekali makan tak boleh belanja 5 ringgit untuk orang lapar!)

"kakak, kasi bungkus saja..." pohonnya dengan lembut sambil mengangkat tangan "merafak sembah" pada saya macam saya ni permaisuri (tau2 pulak dia nama Begum tu memang maksud Queen ya...selitan lawak sedih)...dia Hindu lagipun...tulah stail dia.

"tunggu sini," saya membalas lalu membungkus nasi beriyani ayam dan air untuknya walau saya sendiri makan capati saja (sebab balik rumah nak mencekik lagi nasi putih macam orang kampung...dulu saya kutuk orang Melayu ni macam perak...tak leh idup tanpa nasik, sampai terkena batang hidung mancung saya balik lepas bersalin sebab terkena penyakit "angin" Melayu).

Anak saya memberi makanan bungkus itu padanya...dia berlalu sambil berkali2 "merafak sembah" anakku sambil berterimakasih.

Saya bukan nak berlagak saya ni dermawan atau nak boasting ...sebab pahala saya akan hilang sekelip mata kalau saya eksyen abis dengan derma hanya RM8.20...tapi sebelum ini, di NZ Ampang, saya juga mendapati perkara sama...seorang musafir dari kedah meminta makan, langsung saya berikan sementara orang lain hanya buat tak nampak sengsara orang lain depan mata kepala hotak mereka...dah lama orang itu tunggu di situ sebelum saya datang...sebelum itu, lelaki musafir di Pelita Restaurant...dan banyak lagi...saya tahu mereka ni bukan suka2 mau minta sedekah...sebab badan bagai lidi dan rupa hampir nak pitam...

Korang bodoh. Kedekut. Zalim. Allah beri peluang pada kamu, tapi kamu biarkan mereka itu tunggu sekian lama, sehingga Allah berikan rezeki melalui saya. Saya bersyukur Allah berikan melalui saya kerana dapat meringankan penderitaan orang lain walau tak seberapa pemberian saya. Derita saya, saya masih dapat makan macam babi. Derita mereka...lebih sengsara.

Zalim. Suatu hari kamu kelaparan, baru kamu tahu bagaimana perasaan dilayan macam anjing hina. Anjing pun wajib kita beri makan.

Look around you. Someone is always there standing...wishing they could get just a little bite of what you are stuffing your face with. Give them a plate. IT WOULDN'T KILL YOU, WOULD IT?

IDIOTS.

10 comments:

Nin said...

Setujuuu!! It wouldn't hurt to fork out a little kan? Kadang2 when I'm feeling a little kedekut towards the needy, I would tell myself that the money that I have pun Tuhan gak yg bagi and no matter how much you earn, a portion of your money belongs to other people... that's why Tuhan suruh bayar zakat. Even though you earned the money, it's not entirely yours, sedar diri sikit! Just my way of knocking some sense into myself la...

Dekat area2 sini takde pulak i encounter orang susah mcm tu... maybe not meant for me kut...

Nin said...

oh by the way... penyakit "angin" melayu? hahaha... tau takper!

Muhammad Zulkhibri Bin Musa @ Munir said...

ITULAH SIFAT AR-RAHMAN UNTUK MAKHLUK-NYA YANG KAFIR PUN ADA KADAR REZEKI YANG TELAH DITETAPKAN (PENGEMIS TU DAPAT MAKANAN PERCUMA MELALUI HAMBA ALLAH YANG LAIN)

~CovertOperations78~ said...

I love it that you did that. Your kids have a great role model in you. I too would normally offer to buy them a meal. If I were to offer cash, I don't know whether it would end up with a syndicate or drug dealer. At least he wouldn't be hungry that day. My friends and I used to go clubbing on Fri nights back in the late '90s, mostly on my journalism and cartooning money. One night, I noticed lots of vagrants and beggars scavenging the dustbins for discarded food outside Dayabumi & Central Market area. I rallied my friends together and pooled RM20 each. We bought burgers and soyabean drinks and distributed them to the vagrants. The next week when I wanted to do it again, only one friend agreed. By the third week, I was all alone. Looks like clubbing was more important to my 'friends' then than feeding someone in need.

Tommy Yewfigure said...

Heheh, who’s the softie now?

Good on you SAYA! Rightly so u gave him food instead of money if u knows where I’m coming from.

I’ll add u to my impossible to tame yet nice & gorgeous people card list.

Salam,
Tommy.

Saya... said...

Marko...

kalau tak der erm undies...lagi masuk angin ye tak? muahahahaha...i am NOT gonna let that go...hahahaha

Iye, Munir...betullll...

Co78, good for you!

But then CO78 and Tommy...those I see usually ask for FOOD directly, bukan duit...so they really ARE hungry!

Saya... said...

Tommy...impossible to tame or incorrigible?

same lah kot...hahaha

Zendra-Maria said...

Like Madam, I too do not come across desperately hungry ones, just the same people holding the same plastic cups into which i drop spare change.

Nin said...

Kalu taknak masuk angin pakai seluar Cang Kuang! Muahahaha!

tajudin said...

Alhamdulillah. Terus amalkan sifat yang mulia.